Showing posts with label Virology. Show all posts
Showing posts with label Virology. Show all posts

October 21, 2015

SOP : Fumigation of Laboratory

1.0 OBJECTIVE
To lay down a procedure for Fumigation of Laboratory.

2.0 SCOPE
This SOP is applicable to Quality Control of Laboratory.

3.0 RESPONSIBILITY
Laboratory Technician

4.0 ACCOUNTABILITY
Head of Laboratory.

September 11, 2015

Primary Antibody Selection & Optimization

The most important factor when designing an IHC/ICC experiment is selection of the primary antibody. In turn, the critical feature of a primary antibody is specificity for the epitope. All steps of an IHC/ICC experiment must be optimized to visualize specific staining and minimize non-specific background signals. This includes performing initial studies to determine the appropriate incubation conditions for each primary antibody. The working dilution for an antigen affinity-purified polyclonal antibody is generally lower than that of a monoclonal antibody but these values must be determined empirically. To achieve a robust and specific signal, a high quality antibody that exhibits minimal cross-reactivity should be employed.

Starting conditions for Primary Antibody Incubation

  Monoclonal Antibody Polyclonal Antibody
Tissue 5-25 µg/mL, overnight at 4 °C 1.7-15 µg/mL, overnight at 4 °C
Cells 5-25 µg/mL, 1 hour at room temperature 1.7-15 µg/mL, 1 hour at room temperature
Advantage Single epitope specificity Lower concentration required
Limitation Vulnerable to epitope masking Heterogeneous population

August 20, 2012

DENGUE

Pendahuluan
Dengue merupakan penyakit virus asal arthropoda yang paling penting di daerah tropis dan subtropis di dunia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Amerika, Asia dan Afrika.1.2.3   Infeksi  Dengue merupakan masalah kesehatan internasional, badan kesehatan dunia The World Health Organization (WHO)  memperkirakan  sekitar 2,5 miliar penduduk dunia berisiko terinfeksi dengan kejadian infeksi 50 sampai 100 juta kasus setiap tahunnya.2,4
Dengue ditemukan di daerah tropis dan subtropis terutama diperkotaan dan pinggiran kota. Demam Berdarah Dengue, berpotensi terjadi komplikasi yang mematikan, dikenal pertama kali pada tahun 1950 pada kejadian epidemik di Thailand dan Philipina. Dewasa ini Demam Berdarah Dengue merupakan penyebab utama kasus perawatan rumah sakit dan kematian khususnya pada anak-anak. Proses penyembuhan dari infeksi oleh salah satu tipe virus akan menimbulkan kekebalan seumur hidup, akan tetapi tidak bersifat protektif terhadap ketiga tipe virus lainnya. Telah terdapat  banyak bukti yang menyatakan bahwa infeksi kedua (secondary infection) virus akan menyebabkan infeksi lebih berkembang ke arah Demam Berdarah Dengue (DBD). Insiden  Dengue di dunia sebanyak 2,5 miliar, sebanyak dua perlima penduduk dunia berada dalam risiko terinfeksi Dengue. Badan kesehatan dunia WHO memperkirakan 50 juta infeksi Dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. Ditahun 2007 sendiri dilaporkan 890.000 kasus infeksi Dengue di Amerika, dimana 26.000 adalah infeksi Demam Berdarah Dengue.1
Meskipun banyak  infeksi Dengue bersifat asimtomatik, beberapa menimbulkan bermacam-macam gejala klinis mulai dari demam ringan yang tidak spesifik, Dengue fever (DF), Dengue haemorraghic fever (DHF) sampai yang mengarah kepada penyakit yang berat Dengue shock syndrome (DSS).  Demam Dengue  (DF) ditandai dengan demam, kemerahan kulit, sakit kepala, nyeri tulang  dan lesu akan tetapi gejala dapat berkembang ke arah yang lebih berat yaitu (DHF/DSS). DHF ditandai dengan kelainan vaskuler yaitu kebocoran kapiler dan gangguan hematologis dengan penurunan jumlah trombosit (thrombocytopenia), peningkatan jumlah sitokin, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, dan perdarahan spontan sedangkan DSS berkembang ke arah syok hipovolemik.4,5,7 Pada kasus  DHF/DSS meningkat seiring  dengan  peningkatan jumlah virus, hampir 35-37% kasus infeksi Dengue memerlukan perawatan rumah sakit.4 Telah diketahui lebih dari 100 negara, virus Dengue merupakan faktor penyebab penyakit dan mengancam hampir 40% (2,5 miliar) seluruh penduduk dunia.6
Saat ini belum ada obat yang sesuai untuk penanganan demam berdarah Dengue selain terapi suportif. 4,5,7 Demam Dengue yang tidak dirawat dan mengalami komplikasi dapat mencapai angka kematian 50%. Berdasarkan data WHO, DSS/DHF adalah merupakan penyebab utama kematian anak-anak dibeberapa Negara Asia.4

January 26, 2011

MOI, pfu, and TCID50

  • Plaque forming units (pfu) is a measure of number of infectious virus particles. It is determined by plaque forming assay.
  • Multiplicity of infection (moi) is the average number of virus particles infecting each cell.
  • TCID50 is the tissue culture infectious dose which will infect 50% if the cell monolayers challenged with the defined inoculum. If the titer is "103 TCID50/0.2 ml, MK, 2 days," it means that when a 0.2 ml inoculum of a 1:1,000 dilution of the virus is added to each of four tubes containing monkey kidney (MK) cells, two tubes are expected to become infected.